Banyak orang tidak menyadari bahwa menghindari perokok sudah aman untuk jadi perokok pasif dan terhindar dari segala risikonya. Padahal ada satu kondisi di mana endapan asap rokok justru lebih mematikan ketimbang kanker. Kondisi ini biasa disebut dengan secondhand smoke. Tanpa disadari, asap rokok bisa menyelinap dan mengendap di mana saja dan membahayakan orang yang ada di sekitar area tersebut.

Salah satu langkah jitu untuk menghindari secondhand smoke adalah dengan memberi ruang khusus perokok. Pasalnya dengan cara ini asap rokok hanya mengendap di area tersebut dan meminimalisir penyebaran dan pengendapan asap rokok di area bebas asap rokok.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Icahn School of Medicine di Mount Sinai. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang terpapar asap rokok yang padahal disekitarnya sedang tidak ada yang merokok. Kemungkinan orang yang terpapar secondhand smoke memiliki risiko kematian lebih besar dibandingkan kanker. Mengapa demikian?

Berdasarkan data dari National Health and Nutrition Examination Survey. Dari 20.175 orang perokok pasif yang diteliti, rata-rata terdapat senyawa cotinine di dalam darahnya. Perlu diketahui, senyawa cotinine atau metabolit nikotin rasionya lebih rendah saat rokok baru dibakar. Kemudian akan lebih berbahaya jika asap rokok sudah mengendap cukup lama.

"Dari lebih dari 20.000 perokok pasif yang kami teliti. Entah bagaimana metodenya, mereka yang tinggal di perumahan publik, masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat minoritas. Mereka lebih banyak terpapar cotinine," kata Dr. Raja M. Flores, profesor di Mount Sinai Medical Center, seperti dikutip Foxnews, Kamis (27/10/2016).

Meski baru terpapar, cotinine akan bertahan beberapa hari di dalam darah. Bahkan sebuah peneliti pernah menemukan dimana kadar cotinine bisa bertahan selama 13 tahun 8 bulan di dalam darah.

"Tidak banyak yang tahu bahwa endapan asap rokok terdapat di balik pintu, masuk ke celah-celah, ke lingkungan kerja dengan berbagai cara," ujar Raja.

Dia mengamati mereka yang punya kadar cotinine tinggi di dalam darah. Salah satunya kecenderungan menderita kanker paru stadium akhir dan menyebabkan kematian.

Sumber: Okezone